Tiga raksasa Serie A berebut Harry Maguire di bursa transfer Januari 2026. Bek tengah Manchester United berusia 32 tahun ini menjadi incaran serius Napoli, Inter Milan, dan Fiorentina. Selain itu, situasi kontraknya yang akan berakhir pada musim panas 2026 membuat posisinya semakin diminati klub-klub Italia.
Harry Maguire mendapatkan lampu hijau dari manajemen Manchester United untuk meninggalkan Old Trafford. Minimnya menit bermain menjadi faktor utama yang mendorong kemungkinan kepindahannya ke Liga Italia.
Kontrak Berakhir Musim Panas 2026
Kontrak Maguire di Manchester United akan habis pada musim panas 2026. Hingga saat ini, belum ada pembahasan mengenai perpanjangan kerja sama antara pihak klub dengan bek termahal di dunia tersebut.
Kondisi ini membuat Januari 2026 menjadi kesempatan terakhir bagi MU untuk mendapatkan kompensasi dari penjualan Maguire. Jika tidak melepasnya bulan ini, klub akan kehilangan pemain tersebut secara gratis di akhir musim.
Manchester United telah memberikan sinyal terbuka untuk melepas Maguire. Namun, keputusan final tetap bergantung pada tawaran yang masuk dan keinginan pemain sendiri.
Minimnya Menit Bermain
Harry Maguire baru tampil 10 kali di semua kompetisi sepanjang musim 2025-2026 ini. Mayoritas penampilannya datang sebagai pemain pengganti, bukan starter reguler.
Lini pertahanan Manchester United saat ini sudah cukup padat dengan kehadiran beberapa nama besar. Lisandro Martinez, Leny Yoro, Matthijs de Ligt, dan Ayden Heaven menjadi pilihan utama di sektor bek tengah.
Persaingan ketat di lini belakang membuat Maguire kesulitan mendapatkan tempat di skuad utama. Oleh karena itu, kepindahan ke klub lain mungkin menjadi pilihan terbaik untuk kariernya.
Napoli Gencar Mendekati
Napoli menjadi salah satu klub yang paling gencar mendekati Harry Maguire. Klub berjuluk Partenopei ini tengah mencari pengganti Luca Marianucci yang hampir pasti meninggalkan tim.
Jika bergabung dengan Napoli, Maguire berpotensi reuni dengan dua mantan rekan setimnya di Manchester United. Scott McTominay dan Rasmus Hojlund kini sama-sama membela klub asal Naples tersebut.
Kehadiran wajah-wajah familiar diharapkan dapat mempermudah adaptasi Maguire di Liga Italia. Napoli menilai pengalaman dan kepemimpinan bek timnas Inggris ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat lini pertahanan mereka.
Inter Milan Ikut Berburu
Inter Milan juga menaruh minat serius pada bek berusia 32 tahun tersebut. Nerazzurri sedang mencari alternatif di lini belakang, terutama jika Stefan de Vrij atau Francesco Acerbi memutuskan hengkang.
Inter tengah merencanakan revolusi skuad untuk musim depan. Maguire bisa menjadi bagian dari barisan pertahanan baru yang ingin dibangun klub juara Liga Italia tersebut.
Profil Maguire sangat cocok dengan kebutuhan Inter saat ini. Bek yang tinggi, fisik kuat, kemampuan heading mumpuni, dan jiwa kepemimpinan yang teruji menjadi nilai tambah yang dicari Inter.
Fiorentina Tawarkan Reuni
Fiorentina melengkapi daftar tiga klub Serie A yang membidik Harry Maguire. Kepindahan ke La Viola akan mempertemukan kembali Maguire dengan David de Gea.
Mantan penjaga gawang Manchester United tersebut kini menjadi andalan di bawah mistar gawang Fiorentina. Keduanya pernah bermain bersama selama bertahun-tahun di Old Trafford dan memiliki hubungan baik.
Fiorentina melihat Maguire sebagai solusi untuk memperkuat lini pertahanan mereka. Pengalaman bermain di level tertinggi Eropa menjadi daya tarik utama yang ditawarkan bek asal Sheffield tersebut.
AC Milan dan Roma Juga Melirik
Selain tiga klub utama, AC Milan dan AS Roma juga memantau situasi Maguire dengan cermat. Kedua klub melihat peluang mendapatkan bek berpengalaman dengan biaya relatif rendah.
AC Milan mencari partner untuk Fikayo Tomori di lini pertahanan mereka. Kepindahan ke San Siro juga akan mempertemukan Maguire dengan Christian Pulisic yang kini tampil gemilang di Italia.
Roma mengincar Maguire untuk mengatasi masalah cedera dan kurangnya kedalaman di lini belakang. Gaya bermain fisik, organisasi pertahanan, dan dominasi udara Maguire sangat menarik bagi Giallorossi.
Harus Rela Potong Gaji
Kepindahan Harry Maguire ke Liga Italia tidak akan mudah dari sisi finansial. Ia harus siap menerima pemotongan gaji yang signifikan jika ingin bermain di Serie A.
Maguire saat ini menerima gaji sekitar 190 ribu poundsterling atau setara Rp 4,3 miliar per pekan di Manchester United. Angka tersebut kemungkinan besar tidak sanggup dipenuhi oleh klub-klub Serie A.
Klub-klub Italia dikenal memiliki struktur gaji yang lebih konservatif dibandingkan Premier League. Oleh karena itu, Maguire perlu mempertimbangkan apakah kesempatan bermain lebih banyak sepadan dengan pengurangan penghasilan.
Status Bek Termahal Dunia
Harry Maguire bergabung dengan Manchester United pada musim panas 2019 dari Leicester City. MU menebus bek kelahiran Sheffield tersebut dengan nilai transfer mencapai 80 juta poundsterling.
Transfer tersebut memecahkan rekor dunia untuk seorang bek, melampaui Virgil van Dijk yang dibeli Liverpool seharga 75 juta poundsterling dari Southampton. Hingga kini, Maguire masih menyandang status bek termahal di dunia.
Perjalanan Maguire di Old Trafford penuh dengan pasang surut. Ia sempat ditunjuk sebagai kapten tim oleh Ole Gunnar Solskjaer, namun kemudian dicopot oleh Erik ten Hag pada 2023.
Kebangkitan di Musim Ini
Meski jarang bermain, Maguire tetap menunjukkan kualitasnya saat diberikan kesempatan. Ia kerap tampil sebagai pahlawan dengan gol-gol penting di momen krusial.
Pada Oktober 2025, Maguire mencetak gol kemenangan saat Manchester United mengalahkan Liverpool 2-1 di Anfield. Sundulannya di menit ke-84 mengakhiri puasa kemenangan MU di kandang rival abadi sejak 2016.
Gol tersebut menjadi bukti bahwa Maguire masih memiliki kontribusi besar untuk tim. Kemampuan heading dan keberaniannya tampil di momen penting membuat ia tetap dihormati oleh para penggemar.
Terbuka Pindah ke Italia
Harry Maguire mengaku terbuka untuk pindah ke Serie A. Ia melihat Liga Italia sebagai kesempatan untuk menghidupkan kembali kariernya dan mendapatkan menit bermain reguler.
Beberapa pemain Premier League sebelumnya sukses besar setelah pindah ke Italia. Chris Smalling dan Fikayo Tomori membuktikan bahwa Liga Italia bisa menjadi tempat yang tepat untuk kebangkitan karier.
Gaya permainan Serie A yang lebih taktis dan tempo lebih lambat mungkin cocok untuk Maguire. Bek berusia 32 tahun ini masih memiliki beberapa tahun bagus di depannya jika bergabung dengan klub yang tepat.
Carrick Ingin Pertahankan
Pelatih interim Manchester United Michael Carrick dikabarkan menolak melepas Maguire pada Januari ini. Ia menilai kehadiran pemain senior tersebut masih penting untuk skuad.
Pengalaman dan peran kepemimpinan Maguire di ruang ganti dianggap masih dibutuhkan tim. Carrick memandang bek timnas Inggris ini sebagai sosok penting meskipun jarang bermain.
Keputusan Carrick tentu akan memengaruhi masa depan Maguire di MU. Namun, situasi bisa berubah tergantung siapa yang menjadi pelatih permanen selanjutnya.
Jejak Karier yang Panjang
Harry Maguire memulai karier profesionalnya di Sheffield United sebelum pindah ke Hull City pada 2014. Ia kemudian bergabung dengan Leicester City pada 2017 dengan mahar 12 juta poundsterling.
Di Leicester, Maguire menjelma menjadi salah satu bek terbaik di Premier League. Penampilannya yang konsisten membuatnya dipanggil ke timnas Inggris dan tampil di Piala Dunia 2018.
Penampilan gemilang di Rusia membuat harga Maguire meroket. Manchester United akhirnya berhasil memboyongnya dengan rekor transfer bek termahal dunia pada 2019.
Trofi Bersama Manchester United
Selama bermain di Manchester United, Maguire berhasil meraih trofi EFL Cup 2023. Ia menjadi bagian dari skuad yang mengalahkan Newcastle United 2-0 di final Wembley.
Maguire juga tampil heroik di berbagai momen penting bersama Setan Merah. Gol-gol di menit akhir dan kontribusinya di laga-laga besar tidak terlupakan oleh penggemar.
Meski sering mendapat kritik, Maguire tetap menunjukkan profesionalisme tinggi. Ia selalu siap saat dibutuhkan dan tidak pernah menolak untuk berjuang demi tim.
Peluang Reuni dengan Mantan Rekan
Kepindahan ke Italia akan membuka peluang reuni bagi Maguire dengan beberapa mantan rekan setimnya. Setiap klub yang mengincarnya memiliki pemain yang pernah bermain bersamanya.
Di Napoli, McTominay dan Hojlund siap menyambut kedatangannya. Di Fiorentina, De Gea menunggu untuk bermain bersama lagi setelah bertahun-tahun berpisah.
Kehadiran wajah familiar bisa mempermudah proses adaptasi Maguire di liga baru. Ia tidak perlu memulai dari nol dalam membangun chemistry dengan rekan setim.
Keputusan Ada di Tangan Maguire
Pada akhirnya, keputusan final ada di tangan Harry Maguire sendiri. Ia harus mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memutuskan langkah selanjutnya.
Kesempatan bermain, stabilitas finansial, dan prospek karier menjadi pertimbangan utama. Maguire perlu memilih opsi yang paling menguntungkan untuk masa depannya.
Liga Italia menawarkan tantangan baru yang menarik bagi bek berusia 32 tahun ini. Namun, ia juga harus siap dengan konsekuensi pemotongan gaji yang signifikan.
Kesimpulan
Tiga raksasa Serie A yakni Napoli, Inter Milan, dan Fiorentina bersaing mendapatkan Harry Maguire. Bek Manchester United ini terbuka pindah ke Italia untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak.
Kontrak yang berakhir pada musim panas 2026 membuat posisi Maguire semakin diminati. Manchester United bisa kehilangannya secara gratis jika tidak melepasnya pada Januari ini.
Maguire harus rela menerima pemotongan gaji jika ingin bermain di Serie A. Namun, kesempatan reuni dengan mantan rekan setim dan tantangan baru di Liga Italia mungkin menjadi daya tarik yang sulit ditolak.


Pascabencana Sumatera membuka babak baru dalam manajemen tanggap darurat nasional. Lebih spesifik, Satgas Khusus pimpinan Mantan Kapolri Tito Karnavian kini mengambil alih komando pemulihan menyeluruh. Selain itu, langkah strategis ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan. Oleh karena itu, fokus utama beralih dari tanggap darurat ke rehabilitasi berkelanjutan.



Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menunjukkan ketegasan. Lebih jauh lagi, lembaga tinggi keagamaan ini menuntut aksi konkret menghadapi agresi militer Israel di Gaza.
Prabowo Protes dengan lantang terhadap kondisi hunian sementara bagi korban bencana. Mantan Panglima TNI ini secara tegas menyoroti penggunaan atap seng pada rumah-rumah darurat. Menurutnya, material tersebut membuat penghuninya menderita kepanasan. Oleh karena itu, Prabowo mendesak semua pihak untuk segera memikirkan solusi yang lebih baik.